Pages

Subscribe:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

19 Rahasia menjadi pribadi yang penuh pesona


1. Berubahlah dengan waktu dan tempat !
Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun.

Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.



2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya !

Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.


3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.

Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi
langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.


4. Hargailah dan nikmatilah alam.

Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.


5. Hargailah orang lain.

Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!


6. Jaga tingkah laku.

Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.


7. Jangan kekanak-kanakan.

Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.


8. Jangan mencari kesalahan orang lain.

Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.

9. Jangan rendah diri.

Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!

10. Jangan sombong.

Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.

11. Kembangkan minat pada berbagai hal.

Jangan membatasi diri anda, perluas bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, dan keahlian anda. Memiliki satu keahlian atau spesialisasi akan terasa lebih baik dan sempurna jika ditunjang dengan keahlian dalam bidang yang lainnya, sehingga anda akan semakin "bersinar" dan penuh pesona.

12. Selalu baik pada orang lain.

Jangan pernah merasa dendam sekalipun kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Cintailah yang di bumi, niscaya yang di langit akan mencintaimu.

13. Selalu belajar.

Semakin sering anda belajar, maka semakin banyak yang anda ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal bagi anda, sehingga anda merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.


14. Selalu mengikuti informasi dan perkembangan terkini tentang apapun.

Dengan banyak mengetahui hal yang paling baru, maka anda akan tampil semakin percaya diri dan penuh pesona. Semakin banyak hal baru yang anda tahu, maka akan semakin banyak pula yang mencari dan mengejar anda...yakinlah!


15. Selalu tegap, sigap, dan siap.

Posisi atau postur tubuh anda di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar!


16. Selalu tersenyum pada orang lain.

Orang akan lebih senang melihat wajah yang dihiasi senyuman daripada wajah yang selalu disertai ratapan atau keluhan.


17. Senang bekerja sama dengan orang lain.

Inilah yang membuat jaringan (network) kita semakin luas, erat, dan kuat.


18. Senang menolong orang lain.

Dengan gemar menolong orang lain, maka pada hakikatnya kita menolong diri kita sendiri. Semakin banyak orang yang kita tolong, maka akan semakin sering pula kita ditolong oleh Allah dengan cara-Nya yang tak terduga.

19. Terimalah nasib apa adanya.

Tetaplah tenang dan tabah, ingatlah bahwa "badai pasti berlalu" dan "roda itu berputar". Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau bahkan mencaci-maki nasib. Jangan sampai berkata atau menganggap bahwa Allah itu tidak adil! Justru di sinilah letak keadilan-Nya.
READMORE - 19 Rahasia menjadi pribadi yang penuh pesona

Kamis, 26 Januari 2012

Peran Orang Tua Yang Penting Ibu atau Ayah??

ImageSebagai orangtua, siapa sebenarnya yang lebih berat bebannya, ibu atau ayah? Siapa yang akan mengalami stres lebih parah? Bagaimana sebaiknya menyikapi berbagai tugas dalam peran menjadi suami-istri dan orangtua?

Bapak (JW) mengomentari artikel saya beberapa waktu lalu mengenai kekerasan ekonomi dalam keluarga. Beliau merasa kondisi dan pengalamannya banyak kemiripan dengan keluarga Ny U, dan mengakui kerja rumah ibu rumah tangga tidak kalah berat dari pekerjaan suami di luar rumah
”Pria berkeluarga mempunyai multitasking, di kantor akan melaporkan pekerjaan kepada atasan, lalu mendapat delegasi mengoordinasikan pekerjaan ke bawahan, sabar memberi penjelasan ramah kepada pelanggan yang sedang complain, mengejar deadline, mencapai target omzet.
”Bekerja di perusahaan tidak mudah, semakin besar semakin kompleks, khususnya hubungan antarmanusia. Kadang ketemu atasan yang mau menang sendiri, menyalahkan orang lain, mungkin ketemu bawahan yang yes man, tetapi pekerjaan selalu no happy ending. Ada juga kolega yang salah paham terhadap sikap kerja kami, terlalu rajin dibilang menjilat. Tekanan di tempat kerja tidak ringan. Bila bukan demi keluarga, secepatnya mau mengundurkan diri.”

Pak JW juga menganalisis kemungkinan penyebab sikap suami Ny U… ”Mungkin pada masa lalu tanpa disadari Ny U pernah mengecewakan suami. Misalnya, suami memberi uang, tetapi dipinjamkan begitu saja kepada saudara yang sedang membutuhkan. Atau pernah Ny U shopping membeli barang yang tidak mendesak, baik untuk anak atau keluarga.
Karena, wanita sering belanja secara impulsif, maaf, wanita juga sering ingin bersaing dengan tetangga. Ny U mungkin juga sering memberi opini tidak tepat kepada suami sehingga suami lebih mendengar pendapat orang lain. Tidak ada maksud menghakimi siapa salah dan benar. Setelah melewati perkawinan belasan tahun, pasti kedua belah pihak pernah berbuat salah secara tidak sengaja. Semoga Ny U dan keluarga lebih harmonis.”

Menjadi orangtua
Berkeluarga dan menjadi orangtua merupakan tahapan perkembangan kebanyakan orang pada masa dewasa dan merupakan tugas tidak ringan. Untuk dapat menjalani kehidupan berkeluarga dan tugas mengasuh anak secara baik, perlu kedewasaan sikap dan kematangan pribadi, baik dari pihak istri maupun suami.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak JW yang telah berbagi. Di satu sisi hal yang diutarakan bisa menjadi masukan bagi para istri yang belum bertindak bijak mengelola keuangan keluarga. Meski begitu, menurut hemat saya, alangkah baiknya bila penyelesaian masalah kesalahan pasangan dilakukan dengan tetap menghargai pasangan dan tidak berniat menghukum selamanya atau menampilkan sikap tidak percaya lagi kepada pasangan atau seperti yang ditampilkan suami Ny U sehingga bisa digolongkan melakukan kekerasan.

Kekeliruan yang sering terjadi dalam hidup berkeluarga adalah pasangan membedakan peran pria dan wanita secara sangat terpisah dan berlawanan, dan peran dan tugas itu tak bisa digantikan pasangan. Juga merasa perannya lebih penting dari pasangan. Dengan menganggap diri lebih unggul sama dengan mengingkari kemanusiaan tiap pihak. Akan lebih harmonis bila sebagai suami/ayah dan istri/ibu saling menghormati dan mendukung, bekerja sama dalam hubungan setara. Tidak sibuk dengan urusan sendiri sehingga justru terlalu egois dan mengabaikan kebutuhan anggota keluarga lain. Semua beban perlu ditanggung bersama dengan pembagian tugas disesuaikan kondisi.

Jadi, tak ada gunanya membandingkan antara beban tugas ayah atau ibu dalam berkeluarga. Semua pihak sama pentingnya. Yang harus ditetapkan sejak awal, menyepakati siapa melakukan apa lalu mencoba menjalani dengan tanggung jawab. Bila perlu melakukan penyesuaian dengan tujuan saling membantu. Memang akan terus ada tekanan atau stres menyertai.

Mengelola stres

Tara Leonard (2001) mengatakan, stres bagian wajar hidup berkeluarga. Yang penting kita harus belajar mengelola stres tersebut. Beberapa saran yang dapat dilakukan:

1. Jangan mencoba melakukan semua sendiri. Berbagi tugas rumah dan pekerjaan lain antara ayah, ibu, dan anak-anak sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

2. Istirahat sejenak setiap hari, usahakan melakukan sesuatu hanya untuk diri Anda sesuai minat.

3. Memelihara diri sendiri akan membantu mengatasi stres, seperti makan sehat, istirahat cukup, berolahraga sendirian atau bersama anggota keluarga lain.

4. Berbagi pandangan dengan orangtua lain, bisa dengan membentuk kelompok diskusi di lingkungan terdekat atau mengikuti seminar singkat menjadi orangtua yang baik.

5. Cari tahu kapan membutuhkan bantuan. Bila kita merasa tak mampu mengendalikan emosi dan khawatir akan menyakiti anak/pasangan, mintalah bantuan teman atau keluarga terdekat. Bila perlu pergi ke ahlinya.

6. Cari waktu khusus bersama anak/pasangan untuk sekadar mengobrol atau serius berbicara dari hati ke hati. Bisa di perjalanan ketika mengantar sekolah atau sambil berjalan pagi pada akhir pekan.
READMORE - Peran Orang Tua Yang Penting Ibu atau Ayah??

Rabu, 25 Januari 2012

Dia yang Takkan Pernah Tergantikan


Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh… aku harus menyediakan makan untuknya.
Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.

Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan….. di sanalah sumber ‘masalah’nya … sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Oh…Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

“Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie’nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya … Saya minta maaf Dad … “

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku … tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun… belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal….
Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, “Aku minta maaf, Dad”.
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara “pertunjukan bakat” yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu…..
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang… Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan …. tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.
Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : “Maaf, Dad”. Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?

Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : “Surat-surat itu untuk mommy…..”.
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. …. tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: “Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?”
Jawaban anakku itu : “Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus”.

Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ….
Aku bilang pada anakku, “Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi…. saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur……
‘Mommy sayang’,

Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara ‘Pertunjukan Bakat’ di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.

Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ….
Hargailah keberadaan kekasihmu, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena saat engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian, atau apa pun yg bisa menggantikan posisinya.
READMORE - Dia yang Takkan Pernah Tergantikan